Assalamualaikum... There are many things in life that will catch your eye, but only a few will catch your heart... Here I would like to share mine..
Thursday, November 15, 2012
Sunday, October 28, 2012
Doa Harian Saya =)
Ya Allah
Berikan aku Penglihatan untuk melihat kebaikan dalam diri setiap orang,
Berikan aku Hati yang sering memaafkan,
Berikan aku Fikiran yang sentiasa melupakan kenangan pahit,
DAN
Jiwa yang tidak lekang dengan kemanisan imanMu..
Amin ya Rabbal Alamin..
Friday, October 26, 2012
Thanks Sahabatku....
Sahabat yang baik adalah sahabat yang berani membetulkan kita ketika kita berbuat kesalahan sehingga kita tidak hanyut di dalam kesalahan dan dosa.
Sahabat sejati akan meluruskan jalan ketika kita kehilangan arah dan tidak akan meninggalkan kita dalam suka, apalagi dalam duka.
Bersahabat dengan seorang yang jujur akan membuat seseorang itu senantiasa terpelihara kejujurannya.
Sahabat sejati akan meluruskan jalan ketika kita kehilangan arah dan tidak akan meninggalkan kita dalam suka, apalagi dalam duka.
Bersahabat dengan seorang yang jujur akan membuat seseorang itu senantiasa terpelihara kejujurannya.
Thanks for all my dearest friends which having very good deeds and really reflect those quality mentioned above....
The POWER of Prayer
- Prayers aren't always able to change things, but Prayer is capable of changing the way our point of view.
- Prayer is not always able to restore those we love, but Prayer is able to give joy to them.
- Prayer is not always able to mend a heart that was broken, but Prayer was able to turn it into a source of strength and consolation.
- Prayer is not always able to change past regrets, but Prayer was able to turn it into hope.
- Prayer is not always able to meet our needs and desires, but Prayer was able to give way for us to achieve your desires and needs.
- Prayer is not always going to be answered immediately, but Prayer can afford to test our patience and perseverance.
- The prayer was not able to repeat the Prayer time, but will be able to make the chance of coming back.
Like=> MENCINTAIMU KARENA ALLAH
Allah ❤ Us
Jika ALLAH sayangkan seseorang hamba ~❤
Dia akan berikan IMAN, kerana itu lebih mahal dari segala isi dunia..
Jika ALLAH sayang lagi ~❤
Dia akan berikan KEKUATAN untuk mengamalkan agamanya dengan sempurna..
DAN
Jika ALLAH sayang lagi ~❤
Dia akan SUSAHKAN hambanya dengan urusan dunia dan perjuangan hidupnya, untuk menguji sejauh mana cinta dan redha hamba itu kepadanya, supaya dengan susah itu dia selalu mendekati pada-NYA..
Sebab ALLAH rindu akan rintihan hamba-NYA
Thursday, October 25, 2012
I Love You Lillahi Taalah~
Have I told you recently how much I love you?
I do not love you for this or for that....
I love you for the sake of Allah..
You are a true blessing sent to me from Allah..
And I thank Allah for sending you to me...
I have many friends,
but you are different..
You care for me,
when others have no concern..
You are there for me,
when I am in need of help..
when I see others secretly run..
You understand me,
when others do not even try..
You comfort my heart,
when others make me more stressed.
You remind me of Allah,
when others make me forget..
I can go on list many more ways how you are so special..
I ask Allah to make us amongs those who are under His shade on the day of Judgement, as..
"two people who met and parted for the sake of Allah" ( Bukhaari)
Thank you for giving me advice,
when I was so confused..
Thank you for helping me find my way,
when I was so lost..
Thank you for forgiving me,
when I said and did the wrong thing..
Thank you for putting me in check,
when I started to go astray..
Thank you for making me fear to Allah,
when I got to involve in this Dunia..
Thank you, is just not good enough..
I ask Allah to give you good
in this life and in the hereafter..
I ask Allah to forgive you
have mercy on you, protect you,
give you health and sustenance..
I ask Allah to make you
among His most dear servants..
I ask Allah to love you
and love all those who are dear to you..
I ask Allah to grant you
a place in Jannah and I pray
I can be there with you..
..............AMIIN ya RABBAL ALAMIIN...............
Thanks for being my freinds A'dilah, Aida, Ani, Syaza and all fellow sisters...
Baiknya Allah~ =)
Jika ALLAH SWT memakbulkan doamu, maka Allah meneguhkan kepercayaan mu kepadaNya,
Jika ALLAH SWT menangguhkan doamu, maka ALLAH menguji kesabaranmu,
Jika ALLAH SWT TIDAK MEMAKBULKAN doamu, maka ALLAH telah merancang sesuatu yang lebih baik buatmu...
10 Pesanan Rasullullah....
Ada sepuluh pesan Rasulullah saaw yang mengajarkan kita praktis mengusir iblis dan bala tentaranya jika menyerang kita dengan rayuan-rayuan yang menyebabkan kita terjerumus kedalam jurang kehinaan tanpa kita sadari dengan memanfaatkan titik kelemahan kita . Mari kita memperhatikan pesan-pesan kenabian tersebut yang tertuang dalam bentuk dialog antara manusia dan syaitan ;
1. Jika ia datang kepadamu dan berkata : "Anakmu mati". Katakan kepadanya: "Sesengguhnya mahluk hidup diciptakan untuk mati, dan penggalan dariku (putraku) akan masuk surga. Dan hal itu membuatku gembira".
2.Jika ia datang kepadamu dan berkata : "Hartamu musnah".Katakan kepadanya: "Segala puji bagi Allah Zat Yang Maha Memberi dan Mengambil, dan menggugurkan atasku kewajiban zakat".
3. Jika ia datang kepadamu dan berkata : "Orang-orang menzalimimu sedangkan kamu tidak menzalimi seorang pun".Maka, katakan kepadanya :"Siksaan akan menimpa orang-orang yang berbuat zalim dan tidak menimpa orang-orang yang berbuat kebajikan ( Mukhsinin)".
4. Dan jika ia datang kepadamu dan berkata :"Betapa banyak kebaikanmu", dengan tujuan menjerumuskan untuk bangga diri (Ujub). Maka ia katakan kepadanya :"Kejelekan-kejelekanku jauh lebih banyak dari pada kebaikanku".
5. Dan jika ia datang kepadamu dan berkata :"Alangkah banyaknya shalatmu". Maka katakan :"Kelalaianku lebih banyak dibanding shalatku".
6. Dan jika ia datang dan berkata :"Betapa banyak kamu bersedekah kepada orang-orang". Maka katakan kepadanya :"Apa yang saya terima dari Allah jauh lebih banyak dari yang saya sedekahkan".
7. Dan jika ia berkata kepadamu :"Betapa banyak orang yang menzalimimu". Maka katakan kepadanya :"Orang-orang yang kuzalimi lebih banyak".
8. Dan jika ia berkata kepadamu :"Betapa banyak amalmu". Maka katakan :"Betapa seringnya aku bermaksiat".
9. Dan jika ia datang kepadamu dan berkata :"Minumlah minum-minuman keras!" Maka katakan :"Saya tidak akan mengerjakan maksiat".
10. Dan jika ia datang kepadamu dan berkata :"Mengapa kamu tidak mencintai dunia ?" Maka katakan :"Aku tidak mencintainya dan telah banyak orang lain yang tertipu olehnya".
Friday, October 19, 2012
O Allah...
Has always been "Allah Akbar" banner
The top of my banners
I reverted repentant to the Lord of the throne
With my actions but not words
O, God
Take away my pains and sorrows
My prayers and begging
Only to the Lord of the universe
He knows my sins
He knows my faults
Forgive me mighty God
I have been betrayed by my caprices
But I promise You from now and on
To control my lusts
I'm the weak servant in Your hands
And You are the Only One whom I beg with my words
And Your prophet, Mohamed the master of Creation
Only he is my first ideal
His morals are a crown on my head
And because of his shari'a I step my steps
Glad, I went back to the Quran
Because do not serve me, the songs
I'm thinking in the universe
Rise into the sky, my looks
I remembered the power of God
Like the rain fallen my tears
And when I remembered the love of Islam
Forgotten all wishes and my hobbies
And good work for humanity
Be the top of my list is now how I'm going to spend my times
Prayer and fasting and worship
Become the most important and elevate desires
To enter the paradise
This is my most great wishes
And if it had been in my hand
I would gave the poor people every things I have
Cause my poverty
Their suffering becomes mine
I'm asking for all the happiness and good to them
And comforting them hoping to help my sympathies
O God, O the Great, O the Generous
I'm calling You hoping to help my calls
Be mercy upon the Muslims
Both the lives and deaths
And save my Dad and mom for me
Cause they are the reason of my impetrating
Let me say "La ellah ela Allah"
Wednesday, October 17, 2012
5 Pillars of Islam
Ash-hadu anla ilaha illal-Lahu Wahdahu la Sharika Lahu wa-ash-hadu anna Muhammadan abduhu wa rasuluhu
(" I bear witness that there is none worthy of worship except Allah, the One, without any partner. And I bear witness that Muhammad is His servant and His Messenger.")
1. Faith
There is no go worthy worship except God and Muhammad is His messenger. The declaration of faith is called the Shahada, a simple formula which all the faithful pronounce. In Arabic, the first part is la ilaha illa'Llah- 'there is no god except God'; ilaha(god) can refer to anything which we may be tempted to put in place of God- wealth, power, and the like. Then comes illa'Llah: 'except God', the source of all Creation. The second part of the Shahada is Muhammadun rasulu'Llah: 'Muhammad is the messenger of God.' A message of guidance has come through a man like ourselves.
2. Prayer
Salat is the name for the obligatory prayers which are performed five times a day, and are direct link between the worshipper and God. There is no hierarchical authority in Islam, and no priests, so the prayers are led by a learned person who knows the Quran, chosen by the congregation. These five prayers contain verses from the Quran, and are said in Arabic, the language of the Revelation, but personal supplication can be offered in one's own language. Prayers are said at dawn, noon, mid-afternoon, sunset and nightfall, and thus determine the rhythm of the entire day. Although it is preferable to worship together in a mosque, a Muslim may pray almost anywhere.
3. The Zakat
One of the most important principles of Islam is that all things belong to God, and that wealth is therefore held by human beings in trust. The word zakat means both 'purification' and 'growth'. Our possessions are purified by setting aside a portion for those in need, and, like the pruning of plants, this cutting back balances and encourages new growth.Each year Muslim calculates his or her own zakat individually. For most purposes this involves payment each year of two and a half percent of one's capital. A pious person may also give as much as he or she pleases as sadaqa, and does so preferably in secret. Although this word can be translated as 'voluntary charity it has a wider meaning.
4. The Fast
Every year in the month of Ramadan, all Muslims fast from first light until sundown, abstaining from food, drink, and sexual relations. Those who are sick, elderly, or on o journey, and women who are pregnant or nursing are permitted to break the fast and make up an equal number of days later in the year. If they are physically unable to do this, they must feed a needy person for every day missed. Children begin to fast (and to observe the prayer) from puberty, although many start earlier.
Although the fast is most beneficial to the health it is regarded principally as a method of self-purification. By cutting oneself off from worldly comforts, even for a short time, a fasting person gains true sympathy with those who go hungry as well as growth in one's spiritual life.
5. Pilgrimage (Hajj)
The annual pilgrimage to Makkah- the Hajj- is an obligation only for those who are physically and financially able to perform it. Nevertheless, about two million people go to Makkah each year from every corner of the globe providing a unique opportunity for those of different nations to meet one another. Although Makkah is always filled with visitors, the annual Hajj begins in the twelfth month of the Islamic year (which is lunar, not solar, so that Hajj and Ramadan fall sometimes in summer, sometimes in winter). Pilgrims wear special clothes: simple garments which strip away distinctions of class and culture, so that all stand equal before God.
The rites of the Hajj, which are of Abrahamic origin, include circling the Ka'ba seven times, and going seven times between the mountains of Safa and Marwa as did Hagar during her search for water. The pilgrims stand together on the wide plain of Arafat and join in prayers for God's forgiveness, in what is often thought of as a preview of the Last Judgement.
The close of the Hajj is marked by a festival, the Eid al-Adha, which is celebrated with prayers and the exchange of gifts in Muslim communities everywhere. This, and the Eid al-Fitr, a feast-day commemorating the end of Ramadan, are the main festivals of the Muslim Calendar.
Tuesday, October 16, 2012
Ikhtilat ???
Realiti hari ini menyaksikan manusia lelaki dan wanita telah bolos daripada pegangan agamanya sebagaimana bolosnya anak panah anak panah dari busarnya. Sifat, sikap adab dan disiplin pergaulan jauh sekali daripada ajaran Islam. Dalam fenomena seperti ini, perkataan ikhtilat “pergaulan antara lelaki dan wanita ajnabi” tentu sekali menjadi persoalan yang mengancam kesejahteraan masyarakat dan keutuhan agama.
Oleh kerana itu ulama-ulama Islam satu masa dahulu secara tegas menghukumkan masalah ikhtilat di sekolah, di pasar dan di mana-mana tempat adalah haram. Wanita Islam pula dididik agar mengutamakan rumah daripada pekerjaan. Oleh kerana itu isu wanita bekerja dan apatah lagi berpolitik adalah satu isu yang ditegah pada suatu masa dahulu. Sejajar dengan firman Allah yang bermaksud : Dan tetaplah kamu di rumah-rumah Allah.
Apakah sebenarnya ikhtilat itu haram???
Fiqh semasa pada kali ini akan menghuraikan hukum pergaulan antara lelaki dan perempuan dalam pelbagai aspek dari segi dalil, skop perbincangan dan batas-batas pergaulan. Contohnya wanita di tempat kerja, di pasar, di pentas dan bergelut di bidang politik. Apakah dia harus melakukan kerja-kerja seperti itu sedangkan dia terpaksa bergaul, bercakap dan bersemuka dengan bukan muhram dan bukan kaum sejenis mereka. Fenomena seperti ini diistilahkan oleh ulama-ulama kini sebagai “ikhtilat”. Oleh itu untuk menghuraikan persoalan ini kita perlulah terlebih dahulu menghurai perkataan ikhtilat dari segi bahasa dan syariat.
Bahasa = Dari segi bahasa, ikhtilat bererti: meramukan / menggaul sesuatu dengan sesuatu yang lain yakni mencampurkannya.
Istilah Syariat = Yang dimaksudkan dalam perbahasan ini ialah : Percampuran wanita dengan lelaki ialah perkumpulan mereka pada satu tempat, sama ada dalam bentuk kumpulan atau bersendirian. Percampuran di suatu tempat selalunya menyebabkan mereka bertemu antara satu sama lain, berpandangan dan bertegur sapa. Apa hukum ikhtilat dalam konteks yang seperti ini?
Ikhtilat seperti yang dijelaskan pada asalnya adakah haram atau halal? Untuk mengetahui jawapan, kita utarakan pertanyaan berikut :
Adakah wanita sepenuhnya seperti lelaki dalam bercampur dengan lelaki ajnabi? Yakni adakah percampuran mereka dengan lelaki sama dengan percampuran lelaki dengan lelaki, tanpa ada perbezaannya?
Jawapannya ialah : Tidak, secara pastinya tidak. Tidak ada seorang pun yang mengatakan bahawa pergaulan wanita dengan lelaki sama dengan pergaulan lelaki dengan lelaki. Kerana asasnya pergaulan lelaki sesama lelaki adalah harus, tetapi pergaulan lelaki dengan wanita tidak begitu. Maka kalau itu asasnya, pergaulan lelaki dan wanita adalah haram, bukan harus.
Percampuran yang diharuskan
Setelah kita mengetahui asal hukum pergaulan antara lelaki dan perempuan adalah haram, maka ia adalah suatu perkara yang wajib dihindarkan kecuali dalam keadaan terpaksa atau keperluan yang mendesak. Syeikh Abd. Karim Zaidan menyebut dalam kitabnya ‘al-mufassal fi al-ahkam al-mar’ah’ yang masyhur menyebutkan contoh-contoh keadaan tersebut seperti di bawah:
a. Pertama : Harus kerana terpaksa (darurat).
Ikhtilat yang berlaku kerana terpaksa seperti yang disebutkan oleh Imam Nawawi dengan katanya : Berkata ahli mazhab Shafei : Tidak ada perbezaan dalam pengharaman khulwah (berdua-duaan) sama ada dalam solat atau selainnya. Dikecualikan daripada hukum ini keadaan seperti dhorurat, seperti jika seseorang lelaki ajnabi mendapati seorang wanita ajnabi bersendirian di jalan, jauh daripada kumpulan manusia, maka harus ia menumpangkan wanita tersebut jika dibimbangi keselamatannya, maka pada ketika itu hukum menumpangkannya adalah wajib tanpa khilaf. Antara contoh dhorurah yang lain ialah seperti seorang lelaki ajnabi melarikan wanita dengan tujuan menyelamatkannya daripada diperkosa, jika itu adalah satu satu jalan untuk menyelamatkan wanita tersebut.
b. Kedua : Harus kerana keperluan (hajat).
Ulama berkata, hajat mengambil peranan dhorurah dalam mengharuskan perkara yang haram. Di sana dicatatkan beberapa keperluan yang dianggap mengharuskan ikhtilat antara lelaki dan perempuan.
1. Ikhtilat kerana urusan jual beli yang dibenarkan oleh syarak.
Harus bagi wanita bercampur dengan lelaki semasa berjual beli, melakukan tawarmenawar, memilih barang dengan syarat tidak berlaku khulwat (berdua-duaan) dan memelihara adab-adab pergaulan.
2. Ikhtilat kerana melakukan kerja kehakiman.
Wanita harus menjadi hakim dalam perkara selain hudud di sisi Hanafiah dan dalam semua perkara di sisi az-Dzohiriah dan Imam at-Tobari. Sudah termaklum kerja seperti ini mengundang percampuran dengan kaum lelaki yang terdiri daripada pendakwa, tertuduh, saksi dan lain-lain.
3. Ikhtilat kerana menjadi saksi.
Islam mengharuskan wanita menjadi saksi dalam kes-kes berkaitan dengan harta dan hakhaknya. Seperti dinyatakan dalam ayat akhit surah al-Baqarah. Menjadi saksi akan mendedahkan diri kepada percampuran dengan lelaki ajnabi.
4. Ikhtilat kerana amar makruf nahi mungkar
Ibnu Hazmin telah menyebutkan dalam kitabnya ‘al-Muhalla’ bahawa Umar al-Khattab (r.a) telah melantik as-Syifa’ menjadi penguatkuasa perbandaran. Sudah tentu beliau akan bercampur dengan lelaki ketika menjalankan tugasnya.
5. Ikhtilat kerana melayan tetamu.
Harus bagi wanita melayan tetamu bersama suaminya dan jika ada alasan yang syarei seperti tujuan memuliakan tetamu dan sebagainya walaupun ia terpaksa bercampur dengan tetamu. Dalam hadis Bukhari, ada meriwayatkan bahawa Ummu Usaid melayani Rasulullah (s.a.w.) dengan menghidangkan makanan dan menuangkan minuman untuk baginda (s.a.w.).
6. Ikhtilat kerana memuliakan tetamu dan jika perlu makan bersamanya.
Harus bagi wanita makan bersama tetamu dan suami tetamu kerana tujuan memuliakan tetamu atau tujuan lain yang syarei. Muslim meriwayatkan kisah satu keluarga yang ingin memuliakan Rasulullah (s.a.w.) dan bertamukan baginda. Oleh kerana makanan yang sedikit, mereka memadamkan api dan memperlihatkan bahawa mereka makan bersama-sama baginda. Ini bererti bahawa orang ansor dan isterinya itu duduk bersama tetamu untuk makan bersama, walaupun mereka tidak makan, kerana mengutamakan tetamu.
7. Ikhtilat dalam kenderaan awam.
Harus bagi wanita keluar rumah kerana menunaikan kerja-kerjanya yang diharuskan, walaupun terpaksa bercampurmdengan lelaki ajnabi, seperti keluar untuk menziarahi dua ibu bapanya, membeli belah dan ke hospital, meskipun ia terpaksa menaiki kenderaan awam yang menyebabkan berlaku percampuran dengan penumpang lain dari kalangan lelaki ajnabi , dia mungkin duduk atau berdiri di tepinya. Percampuran ini diharuskan oleh keperluan yang syarei.
8. Ikhtilat dalam kerja-kerja jihad.
Antara contoh pergaulan semasa jihad ialah seperti membawa air, merawat pesakit dan seumpamanya. Semua perkara tersebut adalah harus dilakukan oleh wanita kerana masalah syariah. Bukhari menyebut dalam sahihnya daripada ar Rabei binti Muawwiz katanya : Kami bersama Nabi (s.a.w.) merawat pesakit, memberi minum dan dan menghantar jenazah yang terbunuh ke Madinah.
9. Ikhtilat untuk tujuan belajar atau mendengar nasihat.
Antara suasana yang diharuskan ikhtilat dengan tujuan mengajar agama kerana Bukhari meriwayatkan bahawa Rasulullah (s.a.w.) keluar pada satu hari raya dan sembahyang dua rakaat. Setelah selesai solat baginda berpusing mengarah wanita. Baginda menasihati mereka dan menyuruh mereka bersedekah, bersama Baginda ialah Bilal.
10. Ikhtilat dalam suasana yang telah menjadi adat kebiasaan.
Tersebut dalam kitab Muwatta persoalan : Adakah harus bagi wanita makan bersama hamba atau lelaki bukan mahramnya? Berkata Malik : Tidak ada halangan pada perbuatan tersebut, jika dalam ruang uruf bahawa wanita makan bersama lelaki tersebut. Kadang-kadang wanita makan bersama suami dan mereka yang sering makan bersama suaminya. Antara contoh yang berlaku pada zaman ini ialah percampuran sewaktu menziarahi sanak saudara atau rakan taulan. Dalam suasana yang seperti ini akan berlaku percampuran antara lelaki dan perempuan dalam satu bilik, makan pada satu meja dan sebagainya. Ini semua diharuskan selagi terpelihara adab-adab Islamiah.
Adab-adab dalam bergaulan antara Lelaki dan Perempuan
Walaupun pergaulan dibenarkan oleh syariat dalam suasana terpaksa dan keperluan, namunIslam telah meletakkan adab-adab dan disiplin dalam pergaulan lelaki dan wanita. Perkara-perkara inilah yang akan mengekang sikap-sikap serong dalam pergaulan antara wanita ajnabi dan lelaki. Kita perlu mengukur adakah pergaulan kita sekarang ini, sama ada di tempat kerja, dalam kenderaan awam, ketika membeli-belah, bersiar-siar, berpolitik, amal-amal sosial, aktiviti-aktiviti luar dan lain-lain bertepatan dengan ajaran dan prinsip agama Islam kita. Sikap yang tidak mengikut lunas-lunas Islam lambat laun akan mengundang kecelakaan.
1. Adab yang perlu dijaga oleh lelaki dan perempuan
a. Ucapan yang makruf dan sopan
Firman Allah : Dan ucaplah kata-kata yang makruf. Maksudnya, mereka ditegah sama sekali mengucapkan kata-kata yang janggal pada pandangan susila atau berbentuk sendaan dan sia-sia.
b. Menundukkan pandangan
Dalam surah an-Nur menyuruh lelaki dan wanita menundukkan pandangan masing-masing khususnya dalam suasana takutkan fitnah.
c. Mengelakkan daripada berhimpit dan bersesak-sesak
Imam Bukhari meriwayatkan daripada Ummu Salamah bahawa Rasulullah (s.a.w.) setelah memberi salam beliau tidak terus bangun. Ini untuk memberi peluang kepada wanita keluar dulu.-Ibnu Syiahab az-Zuhri.
d. Tidak berkhalwat (berdua-duaan)
Imam Bukhari meriwayatkan daripada Ibnu Abbas bahawa Rasulullah (s.a.w.) bersabda : Janganlah sekali-kali seseorang lelaki bersendirian dengan seorang wanita yang bukan mahramnya.
e. Menghindari tempat shubhat
Sabda Rasulullah (s.a.w.) : Tinggalkanlah perkara yang meragukan kamu… (Riwayat Bukhari)
2. Adab khas untuk wanita
a. Iltizam dengan pakaian Islam
Firman Allah : Wahai nabi katakanlah kepada isteri dan anak-anak perempuan kamu supaya melabuhkan jilbab mereka. Dan firmannya lagi : Janganlah kamu bertabarruj (bersolek) sebagaimana kaum jahiliah bertabarruj.
b. Serius dalam ucapan. Tidak mengada-ngada atau bermanja-manja dalam percakapan.
Firman Allah : Dan janganlah kamu merendahkan (melunak dan memanja-manjakan ) percakapan, yang menyebabkan mereka yang sakit hatinya terdetik untuk menggodamu.
c. Menjaga pergerakan
Tidak harus mereka memperlihatkan liuk lituk dan lenggan lenggok yang menggoda. Firman Allah : Janganlah mereka menghentak kaki untuk menarik perhatian kepada perhiasan yang mereka sembunyikan wanita di atas pentas daripada pembentangan di atas ternyata bahawa menjadi pengacara majlis, pragawati, penyanyi dan penari adalah haram kerana tidak menepati syarat-syarat yang telah ditetapkan oleh ulama Islam.
Sumber:
Ust Abdullah Zaid
(Presiden ISMA Malaysia)
P/S: Notes ini hanyalah sebagai rujukan & pendapat berdasarkan hujah seorang Ilmuan Islam iaitu Ust Abdullah Zaid.. Maka Tiada Niat untuk saya menjatuhkan 'HUKUM' & berhujah sesuka hati okay??? ada banyak lagi sumber-sumber yang boleh dirujuk..Islam itu indah & ilmu itu luas...apa saja ilmu yang boleh bawa manfaat kepada Agama InshaAllah boleh dikongsikan bersama.
Ust Abdullah Zaid
(Presiden ISMA Malaysia)
P/S: Notes ini hanyalah sebagai rujukan & pendapat berdasarkan hujah seorang Ilmuan Islam iaitu Ust Abdullah Zaid.. Maka Tiada Niat untuk saya menjatuhkan 'HUKUM' & berhujah sesuka hati okay??? ada banyak lagi sumber-sumber yang boleh dirujuk..Islam itu indah & ilmu itu luas...apa saja ilmu yang boleh bawa manfaat kepada Agama InshaAllah boleh dikongsikan bersama.
Kaedah membantu diri untuk mudah bangun pagi ialah:
1) Tidur awal:
Menjadi kebiasan mereka yang tidur awal akan bangun awal dan sebaliknya mereka yang tidur lewat akan bangun lewat. Oleh kerana itu adalah makruh hukumnya tidur sebelum solat Isyak dan berbual-bual kosong dan membuang masa selepasnya hingga menyebabkan tidur lewat. Namun begitu ada keadaan yang dikecualikan untuk tidur lewat sepertimana yang disebutkan oleh Imam Al-Nawawi dalam huraiannya kepada Sahih Muslim. Katanya: Sebab dimakruhkan berbual-bual selepas solat Isyak ialah yang membawa kepada berjaga malam dan dibimbangi akan menyebabkan tertidur nyenyak hingga tertinggal qiamullail atau terlepas solat Subuh pada waktunya atau waktu yang afdhalnya dan adalah makruh berbual-bual selepas solat Isyak iaitu dalam perkara-perkara yang tiada kemaslahatan, adapun sekiranya pada perkara yang ada maslahat dan kebaikan maka tidaklah makruh, seperti mempelajari ilmu, membicarakan kisah orang-orang soleh, berbual dengan tetamu, berbual dengan dengan ahli keluarga bagi mengeratkan hubungan dan menunaikan keperluan mereka, berbual dengan orang musafir bagi menjaga harta dan diri mereka, berbual dalam urusan mendamaikan antara manusia dan membantu mereka dalam perkara kebaikan, menyeru kepada kebaiakan dan mencegah kemungkaran, menunjukkan kepada kemaslahatan dan yang seumpamanya, semua itu tidaklah termasuk dalam perkara makruh”.
Bagi seorang Muslim yang perihatin dia berjaga malam adalah kerana aktiviti perjuangan dan ibadah dan bukannya kerana perbuatan lagho, dan jika sekiranya dia lewat tidurpun dia tetap berusaha dan memastikan bangun awal untuk ke Masjid solat berjamaah subuh.
2) Memelihara adab tidur:
Kunci kedua untuk mudah bangun di waktu subuh ialah memelihara amalan sunnah ketika tidur di waktu malam. Iaitu dengan berwudhuk, ketika di atas pembaringan duduk sambil menghimpunkan kedua-dua belah telapak tangan dan meniupkan ke atasnya selepas membaca surah Al-Ikhlas, Al-Falaq dan An-Naas kemudian di sapu keseluruh badan dan tidur dengan membaca doa sebelum tidur. Bagi mereka yang sukar bangun pagi, hendaklah memohon bantuan daripada ahli keluarga, kawan atau jiran bagi membantu menggerakkannya untuk bangun di awal pagi atau menyediakan jam loceng. Bagi mereka yang sudah terbiasa bangun awal di waktu subuh selalunya tidak menjadi masalah untuk bangun awal kerana secara fitrah dia akan bangun pada masanya dan tidak perlu kepada faktor luaran untuk menggerakkannya kerana seolah-olah ia sentias dibantu oleh para Malaikat untuk bangun awal.
Kemudian setelah terjaga hendaklah membaca doa dan janganlah sekali-kali meneruskan tidur kerana ia akan membawa kepada terjaga lewat.
3) Memenuhkan dada dengan Iman dan ‘amal soleh:
Keimanan yang kuat adalah merupakan pendorong utama bagi seseorang melakukan sesuatu yang sukar. Mengerjakan qiamullail dan solat Subuh di Masjid adalah suatu amalan yang sukar dan ia tidak dapat dilakukan kecuali oleh mereka yang benar-benar yakin kepada janji kebaikan daripada Allah Taala. Justeru bagi meningkatkan keimanan dalam dada, seseorang itu hendaklah menambahkan amalannya dengan banyak melakukan kebaikan, kerana dengannya hati seseorang itu akan menjadi suci dan bersih yang memudahkan untuk suburnya Iman. Sebaliknya hati yang kotor akan menjadi keras dan kekerasan hati adalah menjadi penghalang kepada seseorang itu untuk melakukan amal ibadah yang sukar seperti solat Subuh berjamaah di Masjid dan qiamullail. Hati boleh menjadi keras kerana dikotori oleh sifat-sifat mazmumah seperti hasad dengki, ujub dan riak atau disebabkan makan dari sumber yang tidak halal.
4) Menjauhi perbuatan maksiat:
Maksiat adalah penghalang bangun solat Subuh dan mengerjakannya di Masjid. Justeru hendaklah kita sentiasa menjauhi segala maksiat. Seperti yang berpunca daripada mata iaitu melihat perkara yang haram seperti melihat aurat wanita, samada melalui televisyen ataupun internet. Juga yang berpunca dari lidah iaitu perbuatan mengata orang, mengeji, mengumpat dan menabur fitnah. Juga yang berpunca dari telinga seperti mendengar hiburan-hiburan haram dan umpatan serta fitnah. Mereka yang melakukan maksiat selalunya sukar untuk bangun solat Subuh atau ke Masjid kerana ia melemahkan naluri beramal soleh dan menghakis keyakinan kepada janji-janji kebaikan daripada Allah Taala. Mata, lidah dan telinga sepatutnya digunakan bagi melihat, membaca dan mendengar perkara kebaikan seperti al-Quran, al-Hadis, ceramah dan lain-lain.
5) Mengetahui kelebihan solat Subuh dan fadhilat mengerjakannya di Masjid
Hendaklah mengetahui kelebihan dan keistimewaan amalan solat subuh dan mengerjakannya di Masjid kerana dengan mengetahuinya barulah seseorang itu terdorong untuk berlumba melakukannya. Saidina Uthman bin ‘Affan r.a meriwayatkan bahawa beliau telah mendengar Nabi SAW bersabda:
مَنْ صَلَّى الْعِشَاءَ فِي جَمَاعَةٍ فَكَأَنَّمَا قَامَ نِصْفَ اللَّيْلِ وَمَنْ صَلَّى الصُّبْحَ فِي جَمَاعَةٍ فَكَأَنَّمَا صَلَّى اللَّيْلَ كُلَّهُ
Ertinya: Barangsiapa yang solat Isyak secara berjamaah seumpama bangun mengerjakan qiam separuh malam dan barangsiapa mengerjakan solat Subuh secra berjamaah seumpama dia solat keseluruhan malam”. Hadis riwayat Imam Muslim.
Ibnu Mas ‘ud r.a meriwayatkan telah diceritakan kepada Rasulullah SAW berkenaan dengan seorang lelaki yang tidur di malam hari sehingga terlajak waktu Subuh, maka baginda SAW bersabda:
ذَاكَ رَجُلٌ بَالَ الشَّيْطَانُ فِي أُذُنِهِ أَوْ أُذُنَيْهِ
Ertinya: Lelaki tersebut telah dikencing oleh syaitan di telinganya (atau kedua telinga). Hadis riwayat Imam Al-Bukhari.
Menurut Imam Al-Qurtubi kencing syaitan adalah kencing yang hakiki dan bukan hanya simbolik. Sebab itu ada kalanya kita boleh kenal mereka yang tidak solat Subuh kerana wajahnya yang suram akibat dari kencing syaitan, berbeza dengan merek yang bangun solat Subuh di awal pagi.
Kebesaran dan keagungan solat Subuh berjamaah di Masjid hendaklah dimasukkan ke dalam hati kerana ia akan menangkis bisikan syaitan yang selalu membisikkan rasa ringan meninggalkannya. Bagi para ulama dan ustaz pula hendaklah menanamkan rasa malu dan bersalah yang amat sangat jika tidak hadir solat Subuh berjamaah kerana dia adalah contoh ikutan orang awam.
6) Mengetahui kesan meninggalkan solat subuh@solat berjamaah subuh.
Antara punca jiwa menjadi lemah dan hilangnya banyak daripada kelebihan agama dan dunia ialah bangun lewat dan meninggalkan fardhu subuh. Oleh kerana itulah syaitan sentiasa cuba menghalang orang yang beriman untuk mendapatkan kelebihan di waktu subuh dengan menghalangnya daripada bangun tidur. Nabi SAW bersabda: ((Syaitan mengikat/membelenggu tengkuk di kalangan kamu yang tidur dengan tiga ikatan. Dia memukul di atas ketiga-tiga ikatan (sambil berkata) : Malam masih panjang, teruskan tidur! Jika dia bangun lalu berzikir menyebut nama Allah Taala maka terungkailah satu iakatan, jika dia berwudhuk terungkailah ikatan berikutnya dan jika dia solat maka terungkailah semua ikatan. Maka pagi itu dia akan cergas dan baik jiwanya, jika tidak dia akan berpagi dalam keadaan jelek dan malas)). HR Al-Bukhari.
Waktu selepas solat Subuh adalah waktu yang penuh dengan kebaikan dan keberkatan, justeru Nabi SAW memelihara waktu tersebut iaitu memenuhkannya dengan zikir dan baginda selalunya selepas subuh terus duduk sambil berzikir sehinggalah terbit matahari, dan kemudian baginda solat dua rakaat Dhuha.
Amalan ini menjadi ikutan para ulama salafussoleh, antaranya ialah Imam Ibnu Taimiyyah yang turut melakukan amalan duduk berzikir selepas solat Subuh sehingga terbit matahari sepertimana yang dikhabarkan oleh muridnya Imam Ibnu Qayyim Al-Jauziyyah.
Waktu selepas solat Subuh adalah saat banyaknya kebaikan dan keberkatan, kerana itulah Nabi SAW berdoa:
((اللَّهُمَّ بَارِكْ لِأُمَّتِيْ فِيْ بُكُوْرِهَا))
Maksudnya: Ya Allah berkatilah ummatku di waktu pagi! HR Al-Tirmizi.
Oleh sebab itu kita lihat mereka yang berjaya dalam urusan dunia mereka seperti berniaga, menternak atau bertani memulakan kerja mereka di awal pagi kerana rezki terbuka luas di waktu tersebut. Begitulah juga dalam urusan akhirat waktu pagi adalah saat yang paling baik menambahkan amal ibadah. Oleh itu mereka yang mengsia-siakan waktu tersebut dengan tidur atau berehat-rehat sahaja sebenarnya telah mendapat kerugian dalam hidup mereka.
Di samping kelebihan dalam kerja dan ibadah, mereka yang bangun awal juga mendapat kebaikan dari sudut kesihatan kerana udara yang dihirup di waktu subuh adalah udara yang segar dan akan hilang kesegarannya apabila terbitnya matahari. Kesegaran udara di waktu pagi ini akan mencerdaskan otak, mendamaikan jiwa dan mencergasan fizikal.
7) Menjauhi sifat-sifat munafiq.
Kehadiran diri ke Masjid di waktu subuh adalah merupakan bukti kekuatan iman seseorang Muslim dan bebasnya diri dari sifat minafiq kerana ia adalah waktu paling sukar untuk melaksanakan ketaatan. Rasulullah SAW bersabda:
((إِنَّ أَثْقَلَ الصَّلَاةَ عَلَى المـُـنَافِقِيْنَ صَلَاةُالعِشَاءِ وَالفَجْرِ، وَلَوْ يَعْلَمُوْنَ مَا فِيْهِمَا لَأَتَوهُمَا وَلَوْ حَبْوًا))
Maksudnya: (( Sesungguhnya solat yang paling berat bagi mereka yang munafik ialah solat Isyak dan solat Subuh, kalaulah mereka tahu kelebihan kedua-duanya nescaya mereka akan datang melaksanakannya meskipun dalam keadaan merangkak)) HR Al-Bukhari dan Muslim.
Abdullah bin Mas ‘ud r.a berkata: “Engkau telah melihat kami dan tidak meninggalkannya (solat Subuh) melainkan munafiq yang dimaklumi sifat nifaqnya”. Riwayat Muslim, Abu Daud, Al-Nasai dan Ibnu Majah.
Ibnu Umar r.a pula berkata: “Apabila kami dapati ada lelaki yang tidak hadir solat (di Masjid) pada waktu fajar (Subuh) dan Isyak kami akan berburuk sangka terhadapnya”. Riwayat Al-Bazzar, Al-Tobrani dan Ibnu Khuzaimah.
Oleh itu jika anda mahu mengukur secara zahir iman seseorang maka ia boleh diukur dengan keadaan solat Subuhnya. Jika dia seorang yang sangat memelihara solat Subuh dan melaksanakannya secara berjamaah di Masjid maka ia menjadi bukti kepada kekuatan imannya. Namun jika sebaliknya, dia sangat malas berjamaah di Masjid waktu subuh maka itu adalah petanda imannya yang bermasalah serta kekerasan hatinya. Ia juga menunjukkan ketundukannya kepada hawa nafsu dan kekalahannya kepada bisikan syaitan. Seseorang yang mampu bangun untuk pergi berjamaah di waktu Subuh adalah bukti kekuatan iman seseorang kerana dia telah menang dalam peperangan dengan hawa nafsu dan hasutan syaitan supaya terus tidur.
Bagi mereka yang terus tidur, apakah mereka berasa lebih seronok diulit mimpi di atas katil sedangkan ahli jamaah yang lain sedang beribadah dan mendengar bacaan Al-Quran di dalam solat di Masjid. Adalah menjadi satu kerugian yang besar bagi mereka yang tidak merasakan apa-apa kekurangan pada diri mereka sedangkan mereka terus jauh dari rahmat Allah Taala di waktu pagi.
Subscribe to:
Posts (Atom)








.jpg)










